Logo UPN Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Logo UPN UPNVY

Malala Yousafzai Meninggal, ‘Dibunuh’ oleh Berita Hoax di Media Sosial

Posted at 07 September 2017 on ARTIKEL by Redaksi
Malala Yousafzai ditembak di kepala oleh seorang pria bersenjata di Pakistan pada tahun 2012 setelah berbicara membela hak anak perempuan untuk bersekolah. (Photo via INDEPENDENT)

Berita tentang kematian Malala Yousafzai yang menyebar dengan cepat awal September menyebabkan kehebohan dari para penggemar Malala di seluruh dunia. Namun laporan bulan iru sekarang telah dikonfirmasi sebagai hoax—hanya satu dari serangkaian laporan kematian palsu orang-orang terkenal. Syukurlah, peraih hadiah Nobel Perdamaian 2014 itu masih hidup dan sehat.

Berita palsu kematian Malala Yousafzai menyebar di Facebook

Desas-desus tentang dugaan kematian aktivis Malala Yousafzai mendapat perhatian penuh pada hari Minggu setelah sebuah laman Facebook ‘R.I.P. Malala Yousafzai’ mendapat hampir satu juta “likes.” Mereka yang membaca halaman ‘About’ di mana terdapat laporan tentang pelarian aktivis Afghanistan tersebut.

“Sekitar pukul 11 pagi pada hari Minggu (3 September 2017), aktivis kesayangan kami Malala Yousafzai meninggal dunia. Malala Yousafzai lahir pada 12 Juli 1997 di Mingora. Dia akan pergi tapi tidak dilupakan. Tolong tunjukkan simpati dan duka cita Anda dengan mengomentari dan menyukai halaman ini.”

Ratusan penggemar segera mulai menulis pesan belasungkawa mereka di halaman Facebook, mengungkapkan kesedihan mereka bahwa aktivis berusia 20 tahun yang berbakat itu telah meninggal. Dan seperti biasa, ratusan pengguna Twitter langsung me-retweet berita kematiannya.

Ada beberapa penggemar percaya mempercayai berita tersebut, namun beberapa yang lain langsung skeptis, mungkin karena sebelumnya sudah banyak beredar laporan kematian palsu selebriti dalam beberapa bulan terakhir. Beberapa orang mengatakan bahwa berita tersebut ada di tajuk utama Afghanistan, mengindikasikan bahwa itu adalah laporan palsu, karena kematian seorang aktivis seperti Malala Yousafzai akan menjadi berita utama di seluruh media.

Sebuah jajak pendapat baru-baru ini yang dilakukan untuk Celebrity Post menunjukkan bahwa sebagian besar (69 persen) responden menganggap rumor kematian Malala Yousafzai itu tidak lucu lagi.

Malala memang pernah tertembak dan dikira meninggal

Malala pernah ditembak dari jarak dekat oleh seorang pria bersenjata di Pakistan pada tahun 2012, setelah dia berbicara untuk membela hak anak perempuan agar bisa tetap bersekolah dan melanjutkan pendidikan.

Setelah dirawat di sebuah rumah sakit di Birmingham, dia melanjutkan pendidikannya di kota tersebut dan memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2014.

Kisahnya mendapat pengakuan internasional dan sejak saat itu dia menjadi advokat global untuk pendidikan perempuan.

Kabar hoax kematian Malala Yousafzai dipatahkan, sang aktivis masih hidup dan dalam keadaan sehat

Pada hari Senin (4 September) perwakilan aktivis Malala Yousafzai secara resmi mengkonfirmasi bahwa Malala belum meninggal. “Dia bergabung dengan daftar panjang selebriti yang telah menjadi korban tipuan ini. Dia masih hidup dan sehat; berhenti mempercayai apa yang Anda lihat di Internet,” kata perwakilan tersebut.

Beberapa penggemar telah menyatakan kemarahannya pada laporan palsu yang mengatakan bahwa berita hoax itu sembrono, menyedihkan dan menyakitkan bagi penggemar aktivis yang sangat dicintai itu. Yang lain mengatakan viralnya berita tersebut menunjukkan popularitas Malala yang ekstrem di seluruh dunia.

Diterima Kuliah di Oxford

Aktivis pemenang Hadiah Nobel termuda yang nyaris terbunuh oleh Taliban itu telah mendapatkan tempat untuk belajar di Universitas Oxford.

Wanita berusia 20 tahun itu mengungkapkan bahwa dia telah diterima untuk belajar filsafat, politik dan ekonomi di institusi bergengsi tersebut, setelah menerima hasil A-level pertengahan Agustus lalu.

Aktivis tersebut men-tweet kabar penerimaannya di universitas tersebut, mengatakan bahwa dia “sangat bersemangat” untuk belajar di sana.

Dia mengatakan awal tahun ini bahwa dia telah ditawari tempat di universitas, bergantung pada hasil ujiannya, tapi tidak mengungkapkan institusinya.

Namun Malala mengungkapkan bahwa dia telah menghadiri sebuah wawancara di Lady Margaret Hall, sebuah perguruan tinggi di Oxford. Alan Rusbridger, mantan editor surat kabar Guardian dan sekarang Kepala Sekolah Lady Margaret Hall, men-tweet untuk “menyambut” peraih Nobel tersebut.


Sumber : Independent, MediaMass

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya