Logo UPN Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Logo UPN UPNVY

Berkah Liburan, Berapa Penghasilan Pedagang di Malioboro?

Posted at 25 April 2017 on ARTIKEL by Yudi Kobo
Foto : Kompasiana

Harianjogja.com, JOGJA –-Hari libur untuk beberapa orang di objek wisata Malioboro merupakan hari-hari yang menyenangkan karena membuat pengasilan bertambah. Tapi untuk yang lainnya, hari libur tak ada bedanya dengan hari biasa.

Robet, misalnya. Ia adalah pedagang baju yang sudah enam tahun berjualan di Malioboro. Ia mengatakan saat hari kerja pendapatannya berkisar antara Rp1 juta sampai Rp2 juta. Tapi saat hari libur pendapatannya bisa naik menjadi Rp5 juta sampai Rp6 juta perhari.

“Mulai ramai pas malam Minggu. Tapi lebih ramai lagi pas libur Paskah. Waktu itu saya sampai dapet Rp7 juta per hari,” katanya saat ditemui Senin (24/4/2017).

Ia menyebut dengan pendapatan sebesar itu, dirinya bisa menyisihkan uang untuk menabung lebih banyak dibandingkan dengan hari kerja. Robet tentunya bisa menabung lebih banyak mengingat ia tak harus mengeluarkan biaya sewa atas lapaknya.

“Ini warisan dari simbah. Simbah dulu nempatin ini saat Malioboro masih sepi,” jelas pria yang berjualan di depan Kampung Ketandan ini.

Lebih lanjut Robet mengatakan, pendapatnya akan semakin tinggi ketika Lebaran tiba. Ia menyatakan, saat lebaran, penghasilannya bisa meroket sampai Rp10 juta per hari.

Hari libur juga sangat berarti bagi Maryanto, seorang kusir andong. Maryanto mengatakan selain tanggal merah, dirinya pasti akan kesulitan mencari penumpang. Di hari kerja, imbuhnya, ia hanya bisa menarik penumpang sebanyak satu kali. Kadang juga tidak sama sekali. “Kalau hari biasa cuman dapet Rp30.000 sampai Rp40.000. cuman cukup beli makanan kuda,” jelasnya.

Tapi saat libur, Maryanto mengaku bisa menarik penumpang sebanyak tiga sampai empat kali. Sekali menarik penumpang, ia mengatakan akan mendapatkan uang sebanyak Rp80.000 sampai Rp90.000tapi kadang hanya Rp60.000, tergantung jarak yang ditempuh.

Maryanto mengatakan, kejadian seperti itu [narik penumpang sebanyak tiga sampai empat kali] hanya terjadi saat tanggal merah. Jika hanya akhir pekan biasa, ia mengatakan pendapatannya tidak akan jauh berbeda dibandingkan hari kerja.


Sumber : Harianjogja

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya