Logo UPN Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Logo UPN UPNVY

Empat Refurbis Produk Teknologi yang Sebaiknya Dihindari Walau Harganya Murah

Posted at 22 April 2017 on ARTIKEL by Redaksi
Foto : Shutterstock

Buat mahasiswa ataupun fresh grader, kalau mau punya barang elektronik atau gadget mewah dalam kondisi prima, opsi terbaik tentu membeli produk refurbis. Tapi betul tidak sih semua produk-produk refurbis memang layak dibeli? Sebelum kalian memutuskan untuk membeli, sebaiknya lakukan riset kecil-kecilan dulu supaya tidak kecewa. Dan ingat, ada beberapa produk gadget dan elektronik yang sebaiknya tidak dibeli refurbisnya.

Apa yang dimaksud produk refurbis?

Produk refurbis adalah produk yang tidak lagi memenuhi syarat untuk disebut sebagai barang baru untuk beberapa alasan. Biasanya, produk refurbis adalah produk yang sudah dibeli konsumen, namun dikembalikan ke toko atau produsen, kemungkinan karena cacat atau kondisinya tidak sesuai harapan. Namun, menurut sebuah survei yang dilakukan tahun 2011, hanya lima persen teknologi yang dikembalikan karena cacat. Sisanya dikembalikan karena kualitasnya buruk dan kondisinya tidak memenuhi harapan pembeli.

Setelah dikembalikan ke toko atau produsen, produk tersebut akan diperiksa dan, jika diperlukan, diperbaiki atau direkondisikan. Namun sejauh apa toko dan produsen akan melakukan perbaikan pada produk? Tentu saja bervariasi dan hasilnya tak akan sama, tergantung pada produk itu sendiri dan siapa yang melakukan perbaikan: produsen atau toko.

Misalnya, produk refurbis Apple, selain iPhone, selalu kondisinya seperti baru. MacBook dan iPad, misalnya, mendapatkan baterai dan bodi baru, ditambah garansi satu tahun. Jadi, produk refurbis Apple selain iPhone cenderung aman untuk dibeli.

Tapi jika kalian menemukan, katakanlah, iPhone 5 refurbis dengan harga sangat murah dari reseller pihak ketiga, kemungkinan besar iPhone itu memiliki baterai yang sama seperti ketika produk tersebut diproduksi. Dapat garansi tiga bulan saja sudah bagus. Jadi tentu saja, kita harus berhati-hati saat membeli produk teknologi refurbis.

Seperti dilansir dari MSNcom, Kamis, 20 April 2017, inilah daftar produk teknologi yang sebaiknya tidak Anda beli, dan alasannya.

Hard Drive

Ketika kalian membeli barang refurbis, tentu kalian berpikir, jika barang tersebut dikembalikan tak lama setelah dibeli karena bermasalah, dan kini masalahnya sudah diperbaiki, tentu barang tersebut tak ada bedanya dengan barang baru, dan harganya pun jauh lebih murah.

Sayangnya, hal itu tidak berlaku untuk hard drive. Apakah hard drive tersebut dikembalikan karena cacat atau hanya karena pembelinya tak menyukainua, kenyataannya adalah hard drive itu telah digunakan. Tidak ada proses rekondisi yang bisa mengembalikan hard drive kepada kondisi baru. Lebih baik beli yang baru, karena risikonya kalian bisa kehilangan data-data penting ketika membeli hard drive refurbis.

Ponsel

Smartphone refurbis memang sangat menggiurkan untuk dibeli. Apalagi harganya bisa jadi jauh lebih murah dibandingkan harga baru. Seperti laman Daily Steal ini misalnya, menawarkan iPhone 6 (64GB) refurbis seharga $269,99, sangat murah dibandingkan harga barunya yang mencapai $699,99.

Namun dengan harga itu, sudah bisa dipastikan kalian akan mendapat baterai yang sudah digunakan, dan sulit diperkirakan berapa lama baterai tersebut sudah digunakan. Namun yang perlu diingat, ketika membeli ponsel, kalian harus mendapatkan baterai baru.

Sayangnya, semua iPhone dan sebagian ponsel flagship Android memiliki baterai built-in yang tak bisa diganti. Jadi sebaiknya kalian tidak membeli ponsel refurbis, kecuali kalian bisa memastikan bahwa kalian mendapatkan baterai baru.

Untuk tablet refurbis, masalahnya masih pada baterai. Namun karena baterai tablet jauh lebih besar, baterai yang sudah pernah digunakan nampaknya tak akan membawa masalah berarti.

Printer

Masalah utama printer refurbis, karena sudah pernah dioperasikan walaupun sebentar, tinta atau toner kemungkinan sudah masuk ke dalam bagian dalam dari sistem printer. Jadi kondisi printer lebih seperti printer bekas yang baru sebentar digunakan, bukan barang yang bisa direkondisikan ke kondisi baru. Kalian tentu sudah tahu, tinta dan toner cenderung menggumpal, terutama jika printer menganggur untuk waktu yang lama. Berapa lama printer refurbis tersebut menganggur hingga menunggu pembeli?

Tapi kalau kalian bisa memastikan bahwa kalian bisa mendapatkan tinta dan toner baru, maka printer refurbis tersebut mungkin layak beli, terutama jika harganya cukup murah.

Televisi

Membeli televisi refurbis akan membantu kalian menghemat banyak, namun hal itu tidak disarankan. Biasanya garansi televisi refurbis hanya untuk 90 hari, dan biasanya televisi membutuhkan garansi yang lebih panjang, minimal satu tahun.

Selain itu, biasanya televisi refurbis tidak mendapatkan treatment yang sama dengan laptop atau tablet refurbis. Mungkin karena ukuran televisi lebih besar dan berat, dan toko biasanya tidak terlalu memperhatikan kemasan televisi refurbis sehingga bisa jadi produknya kurang terlindung.

Jika memang harganya bagus dan kalian bisa memeriksanya dan mengambilnya langsung di toko, dan memastikan kondisinya bagus, maka bolehlah membeli televisi refurbis. Pastikan juga kalian bisa mengembalikannya jika ada masalah dengan kinerja televisi.

Jadi sebelum beri barang elektronik refurbis untuk mengisi kosan, sebaiknya kalian cermati dulu barangnya ya.


Sumber : MSN.com

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya