Logo UPN Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Logo UPN UPNVY

Jumat Hari Terbaik dan Senin Hari Terburuk, Apa yang Harus Dilakukan dalam Seminggu?

Posted at 09 April 2017 on ARTIKEL by Redaksi

Kalian yang sudah memasuki dunia kerja pasti sudah familar dengan yang namanya Monday Madness, atau TGIF—thank God it’s Friday—bukan? Hari Senin, rasanya malas harus kembali kepada rutinitas kerja, walaupun begitu masuk ruang kantor, kita tetap bisa bekerja seperti biasa. Lain halnya dengan Jumat, yang biasanya suasana di kantor agak santai, karena setiap orang “bersiap” untuk memasuki akhir minggu yang bebas pekerjaan. Lalu hari apa yang paling baik untuk bekerja?

Senin

Menurut survei yang dilakukan perusahaan kepegawaian Accountemps, hari Senin termasuk hari paling produktif di kantor dalam seminggu. 24 persen manajer HR yang menjadi panel setuju bahwa Senin merupakan puncak produktivitas dalam seminggu. Menurut survey lain yang diadakan Flow, hari Senin merupakan hari dimana tugas-tugas paling banyak selesai, tugas-tugas baru paling banyak dibuat dan didelegasikan, dan login ke sistem paling banyak dilakukan.

Max Messmer, direktur Accountemps, mengatakan hari Senin bisa menjadi produktif karena banyak pekerja menghabiskan pekerjaan yang belum selesai dari minggu sebelumnya, dan merencanakan pekerjaan selanjutnya.

Di hari Senin, mungkin beberapa rapat kecil atau motivasi dari atasan bisa mengembalikan semangat karyawan untuk kembali bekerja. Hari Senin paling baik untuk membangun motivasi, membuat daftar tugas selama seminggu, membahas rencana proyek, memulai pekerjaan kreatif, dan mendelegasikan tugas.

Selasa

Baik riset Accountemps ataupun Flow setuju bahwa hari Selasa merupakan hari paling produktif dalam seminggu. Selasa adalah hari yang paling sibuk, dipenuhi meeting, dan beberapa dari kita kesulitan mengerjakan tugas-tugas besar di hari ini. Selasa juga merupakan momentum yang baik untuk minggu yang produktif.

“Pada hari Selasa, karyawan sudah mulai punya waktu untuk fokus pada tugas-tugas individu dan menjadi lebih produktif,” kata Messmer. “Yang penting harus menjaga momentum positif yang dihasilkan di hari Selasa, sepanjang minggu.”

Hari Selasa adalah hari yang tepat untuk mulai mengejar semua pekerjaan yang sudah direncanakan di hari Senin, di sela-sela meeting yang sibuk.

Rabu

Di hari Rabu, beberapa pekerjaan mulai selesai dan karyawan fokus mengerjakan tugas sehari-hari, namun agak lebih santai. Namun 14 persen dari panel survey Accountemps menyatakan, hari Rabu sebetulnya cukup produktif, bahkan bisa jadi hari tersibuk dalam kasus-kasus tertentu.

Karena kebanyakan tugas-tugas ‘besar’ sudah rampung di hari Senin dan Selasa, di hari Rabu kita bisa mengerjakan beberapa tugas lain yang tidak sempat dikerjakan di awal minggu. Mencicil pekerjaan bisa memberi ruang agar akhir pekan lebih menyenangkan.

Kamis

Hari Kamis adalah hari di mana produktivitas agak menurun, khususnya karena kebanyakan pekerja mulai menghabiskan pekerjaan berskala besar dan sedang di hari itu. Motivasi kerja juga agak menurun, karena itulah hari Kamis bukan hari terbaik untuk pekerjaan yang menuntut konsentrasi dan ketelitian. Pada hari Kamis, kita bisa membuka email dan mulai membalas beberapa email yang belum sempat dibalas.

Jumat

Survei menemukan bahwa Jumat adalah hari terburuk di sisi produktivitas. Bisa ditebak ya. Di hari ini, aktivitas mengerjakan, mendelegasikan, menyelesaikan, dan membahas tugas menurun drastis. Dibandinkan hari Senin, di hari Jumat, pekerjaan baru menurun sebesar 35 persen, pendelegasian tugas menurun sebesar 28 persen, komentar di media sosial menurun sebesar 25 persen, dan tugas yang diselesaikan menurun sebesar 35 persen.

Sebaiknya hindari mengerjakan tugas besar di hari Jumat, karena motivasinya sudah memudar dan kita mungkin lebih memikirkan film-film yang akan ditonton, atau tempat-tempat yang akan didatangi untuk hangout di akhir minggu nanti.

Jumat adalah hari yang tepat untuk mengerjakan tugas ringan, membuat to do list untuk minggu depan, dan membereskan meja kerja.


Sumber : Getflow.com

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya