Logo UPN Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Logo UPN UPNVY

Di balik pembuatan foto keluarga Kartini

Posted at 06 April 2017 on ARTIKEL by Yudi Kobo
Foto : © Umar Setyadi /Legacy Pictures

Materi promosi sebuah film tidak hanya terdiri dari video cuplikan semata. Still photo pun tidak kalah penting. Foto tidak hanya bisa digunakan untuk poster, tapi juga sebagai bahan bagi humas untuk bergerilya di media sosial.

Tak terkecuali Legacy Pictures yang sedang mempromosikan Kartini. Salah satu foto yang menarik adalah foto ini.

Keluarga besar Kartini --diperankan oleh Dian Sastrowardoyo, Christine Hakim, Reza Rahadian, Deddy Soetomo, Acha Septriasa, Ayushita Nugraha, Adinia Wirasti, Giras Basuwondo, dan Djenar Maesa Ayu-- bergabung di dalam satu frame.

Foto itu seakan diambil menggunakan metode daguerrotype --proses foto abad ke-19 yang menggunakan plat sensitif cahaya sebagai medium pencitraan.

Fotografernya adalah Umar Setyadi. Saat foto-fotonya dipamerkan dalam acara FILARTC 2017 yang bertempat di Gedung PFN, Jatinegara, Jakarta Timur (1/4/2017), Umar menceritakan kisah menarik di balik pembuatan foto itu.

Lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu menyatakan bahwa foto keluarga Kartini dibuat dari gabungan beberapa foto berbeda. Pertama-tama, Umar dan tim artistik terlebih dulu berdiskusi, mau menghasilkan foto seperti apa. Akhirnya, foto keluarga bergaya jadul pun terpilih.

Namun, untuk menyatukan seluruh pemeran keluarga Kartini tidak gampang, bahkan hampir mustahil. Sebab jadwal para pemain berbeda-beda. "Paling susah (cari jadwal) yang ini nih, soalnya dia main di semua film Indonesia," ujar Umar lantas tertawa, sembari menunjuk foto Reza Rahadian.

Akhirnya, sebelas pemain pemeran keluarga Kartini difoto satu-satu, kecuali Giras Basuwondo dan aktor cilik paling ujung kiri yang difoto bersama-sama.

Sebelum foto, Umar dan tim artistik membicarakan masalah teknis terlebih dulu. "Skalanya nanti bagaimana. Lalu tim artistik menyiapkan bangku dan segala macam properti dalam foto. Lalu saya ambil foto dengan komposisi yang hampir sama semua, untuk memudahkan."

Foto potret tiap karakter pun dilakukan, dengan latar belakang tembok putih, bukan layar hijau. "Seketemunya tembok putih aja. Saya nggak bawa background, hanya lampu payung dua buah. Karena malas juga bawa-bawa alat di pesawat," ujar pria kelahiran 1977 itu.

"Kurang lebih prosesnya tujuh hari, berlangsung di tiga kota," jelas Umar. Selanjutnya, Umar menyerahkan foto-fotonya kepada tim pencitraan digital untuk digabung-gabungkan ke dalam frame keluarga. Lantas, foto keluarga kemudian dikirim kembali kepada Umar, untuk diberi pewarnaan dan efek jadul yang diinginkan.

Selain itu, untuk karakter masing-masing Umar juga bikin foto dengan konsep jadul yang serupa. Foto-foto itu bisa dilihat di situs resmi Legacy Pictures.

Umar tidak hanya membuat foto potret keluarga Kartini. Ia juga mengambil still photo untuk film karya Hanung Bramantyo itu. Berbeda dengan foto potret yang berkesan kuno, foto-foto lainnya menggunakan metode pewarnaan yang selaras dengan filmnya.

"Kurang lebih filmnya juga punya warna seperti itu. Saya bicara dulu dengan DOP (director of photography, seorang sinematografer yang mengepalai para kru kamera dan pencahayaan, bertanggung jawab untuk menciptakan penampilan artistik sebuah film, red.)."

Beberapa foto diambil dari sudut yang sama dengan kamera perekam video yang digunakan sinematografer. Lainnya, berasal dari kreativitas Umar. Contohnya foto Kartini (Dian Sastro) sedang menatap danau. Dalam foto Umar, sosok Dian ditampilkan sebagai siluet. Dalam adegan di filmnya nanti (tayang pada 19 April), tampilannya tidak seperti itu.

"Saya justru paling suka foto ini," tutup pria yang kariernya berawal sebagai sinematografer itu.


Sumber : Beritagar.id

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya