Logo UPN Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Logo UPN UPNVY

Televisi Rasa Kaum Muda

Posted at 30 March 2017 on SEPUTAR KAMPUS by Yudi Kobo
Foto : Kompas/Susie Berindra

Perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat menantang kampus, terutama jurusan komunikasi atau ”broadcasting”, untuk bikin siaran televisi sendiri. Jika buka mesin pencari internet, kita bakal menemukan nama-nama kampus yang punya siaran televisi. Sayangnya, tak semuanya masih eksis.

Senin (20/3) sore, di Studio Binus TV di kawasan Kemanggisan, Jakarta Barat. Di ruang kontrol, lima staf sibuk mengawasi shooting acara variety show ”Gado Gado” yang ditayangkan live streaming lewat situs web Binus TV dan kanal di Youtube. Di ruang studio, tiga kamera menyorot dua penyaji acara lagi beraksi.

Keduanya, cewek dan cowok, lagi bercuap-cuap tentang keahlian dasar yang wajib dimiliki cowok, termasuk soal gim. Acara itu juga menampilkan bintang tamu Rifan Kalbuadi yang mempromosikan singel terbaru.

Mirip siaran televisi, program acara juga diselingi iklan, yaitu layanan masyarakat dan promosi program televisi. Semua itu diproduksi Binus TV yang didukung sekitar 30 karyawan dan mahasiswa dalam Volunteer Binus TV Club.

Dalam satu hari, Binus TV bisa memproduksi empat program. Ada dua program yang harus direkam setiap hari, yaitu Jurnal 19 Siang dan Malam. Acara itu menampilkan berita-berita dari dunia mahasiswa. Untuk mendapatkan berita luar negeri, mereka bekerja sama dengan Voice of America (VoA).

Selain berita, televisi kampus yang berusia delapan tahun ini juga mempunyai sekitar 35 acara, mulai dari pendidikan, hiburan, hingga talk show. Selama 12 jam, dari pukul 09.00 sampai 21.00, Binus TV memberikan alternatif tontonan bagi generasi muda.

Dengan program acara yang bervariasi, penonton live streaming Binus TV lumayan. Tiap bulan, ada 120.000 viewers (penonton) lewat situ web dan 143.000 viewers lewat Youtube.

Menurut Operational Section Head Binus TV Luki Timothy Larosa, acara dipilih memang mengangkat tema yang dekat dengan mahasiswa. ”Kalaupun ada isu politik, kami memakai pendekatan mahasiswa. Misalnya, Pilkada DKI Jakarta, kami mewawancarai mahasiswa untuk meminta tanggapan,” katanya.

Luki menegaskan, semua program penuh nilai pendidikan. ”Tagline kami edutainment, semua program harus ada unsur mendidik, bukan sekadar ha-ha hi-hi,” katanya.

Lebih lanjut, Head of Broadcasting Laboratory Binus TV Heribertus Sunubudihardjo menambahkan, setiap usulan program harus dibahas sebelum ditayangkan. ”Program baru harus dipresentasikan, berapa anggarannya, personel, dan peralatan. Lalu dicoba dulu 13 episode. Kalau bagus, dilanjutkan,” katanya.

Menurut Sunu, Binus TV membangun manajemen serupa stasiun televisi berfrekuensi. ”Kami televisi live streaming yang rutin siaran. Banyak staf Binus TV yang dilirik stasiun televisi karena mereka siap terjun ke dunia kerja,” ujarnya.

Tetap eksis

Mempertahankan eksistensi televisi kampus tidaklah mudah. Lihat saja DNK TV, yang dikelola mahasiswa Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Station Manager DNK TV Faradita A Manaf mengatakan, televisi kampus menghadapi persoalan ketersediaan sumber daya manusia. ”Kami memiliki tiga tahun masa organisasi sehingga ada masa-masa jenuh para anggota. Kalau sudah lama di sini, ada yang bosan, lalu ingin keluar. Padahal, untuk keluar dari sini, harus ada prosedurnya,” katanya.

Bak menjalankan perusahaan, televisi kampus yang dimulai sejak 2004 ini pun menerapkan teguran dan surat peringatan terhadap anggota yang mangkir. Kini, ada 97 mahasiswa yang tergabung di DNK TV.

Mereka tidak memproduksi program setiap hari. Program berita ”In Fokus”, misalnya, diproduksi dua minggu sekali. Selama itu, mereka meliput, shooting, dan editing. Lalu ada acara talk show ”Young Corner” yang dibikin setiap bulan. Biar penonton tidak bosan dengan setting studio DNK TV, mereka sering memilih lokasi shooting outdoor.

”Tayangan kami disiarkan melalui live streaming, juga bisa melalui Youtube. Dulu, ada pemancar, tetapi pada tahun 2009 tersambar petir,” tambah Marketing Communication DNK TV, Perwita Suci.

Di Universitas Multimedia Nusantara, UMN TV lagi getol memproduksi program baru. Live streaming di situs web menayangkan program-program lama.

Menurut Pemimpin Umum UMN TV Alca Octaviani, televisi kampus itu memperbarui konten dan struktur acara setelah tayang 12 episode. ”UMN TV akan menayangkan konten-konten baru mulai 31 Maret,” katanya.

Akhir pekan lalu, selama dua hari, 16-17 Maret, UMN TV menggelar Televisionair di Kampus UMN, Gading Serpong, Tangerang, Banten. Dengan tema ”Mencari Jati Diri Televisi Kampus”, acara itu diisi dengan serangkaian kegiatan. Ada seminar, kompetisi, dan deklarasi Asosiasi Televisi Kampus Indonesia.

Berdiri sejak 2015, UMN TV berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Komunikasi. Kelompok ini menyiarkan program berita dan hiburansecara live streaming padahariSenin hingga Sabtu. Shooting biasa dilakukan di studio mereka di kampus atau di luar, sesuai kebutuhan.

UMN TV menyediakan berbagai macam informasi mengenai kondisi ekonomi dan pemerintahan, pendidikan, kuliner, budaya, dan musik. Semua topik itu dikemas sesuai kepentingan mahasiswa. Rasa mahasiswa itu terlihat dari beberapa acaranya, seperti ”Meja Redaksi”, ”Lensa Mahasiswa”, ”Beat Up”, dan ”Kuda Bienal”.

Kini, kaum muda tak hanya menjadi penonton pasif yang hanya dijejali tayangan televisi. Lewat TV kampus, mereka aktif memproduksi dan menyiarkan siarannya sendiri sesuai aspirasi kaum muda. (SIE/*)


Sumber : Kompas.com

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya