Logo UPN Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Logo UPN UPNVY

Panduan Wawancara Kerja Fresh Graduate: Pertanyaan yang Sering Diajukan

Posted at 09 March 2017 on ARTIKEL by Redaksi

Menjalani wawancara kerja mungkin merupakan pengalaman baru bagi para fresh graduate, sehingga tak jarang merka melakukan kesalahan-kesalahan pemula yang menyebabkan CV mereka langsung dimasukkan tong sampah oleh pewawancara. Nah, kalau kamu tak mau mengalami nasib yang sama, sebaiknya lakukan persiapan dengan baik sebelum hari H-nya.

Persiapan umum yang perlu dilakukan adalah mengetahui kira-kira apa yang akan ditanyakan, dan bagaimana kamu akan menjawab segala pertanyaan dari pewawancara. Berikut ini beberapa panduan yang diharapkan bisa membantu.

“Coba ceritakan tentang diri Anda”

Ini merupakan jenis ‘pertanyaan jebakan’ yang lumayan menyebalkan. Mungkin kamu ingin bilang, ‘apa yang ingin Anda ketahui tentang saya?’ tapi tentu saja tak baik menjawab pertanyaan pewawancara dengan pertanyaan lain, jadi jawablah dengan seringkas dan sekomprehensif mungkin. Sebutkan nama dan nama panggilan kamu, almamater dan jurusan kamu, garis besar apa saja yang dipelajari selama kuliah, apa saja kegiatan yang dilakukan selama kuliah, dan jika ada pengalaman magang/internship yang pernah dimiliki.

“Apa yang Anda tahu tentang perusahaan kami?”

Tak jarang pewawancara mengajukan pertanyaan ini untuk mengetahui sejauh mana kamu tertarik dengan bisnis mereka. Selain itu, mereka juga ingin tahu apakah kamu benar-benar ingin bekerja di sana atau tidak. Karena itulah, sebelum wawancara, kamu harus lakukan riset kecil-kecilan mengenai lini bisnis perusahaan, apa yang mereka buat, jual, atau tawarkan. Pelajari juga mengenai posisi yang kamu lamar, seperti deskripsi pekerjaan, dan lain sebagainya.

“Kontribusi apa yang bisa Anda berikan kepada kami?”

Yang satu ini juga pertanyaan yang lumayan tricky, jadi hati-hatilah dalam menjawabnya. Pewawancara ingin mengetahui apakah kamu sudah memahami deskripsi pekerjaan dari posisi yang kamu lamar. Untuk amannya, jawab saja dengan jawaban umum, seperti ‘mengerahkan skill dan kemampuan saya untuk melakukan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab saya, untuk membantu divisi dan perusahaan mencapai targetnya.’ Kamu juga bisa menanyakan, ‘apa yang diharapkan perusahaan dari saya?’ setelah menjawab pertanyaan tersebut.

“Mengapa Anda tertarik untuk melamar di perusahaan kami?”

Jawablah dengan jujur, mengapa kamu memutuskan untuk melamar di perusahaan untuk posisi tersebut. Ingatlah untuk menjaga jawabanmu tetap positif. Misalnya, ‘saya tahu perusahaan bapak/ibu adalah salah satu yang terdepan di industri ini, dan saya harap dengan bekerja di sini saya bisa membangun karier yang baik.’ Jawaban ini mengindikasikan kamu ingin maju bersama perusahaan tersebut.

“Mengapa kami harus merekrut Anda untuk posisi ini?”

Ini adalah bentuk lain dari pertanyaan ‘mengapa Anda pikir bahwa Anda adalah orang yang tepat untuk posisi ini?’ dan sekali lagi, kamu harus menjawabnya dengan meyakinkan. Kemukakan keahlian-keahlian yang mungkin berguna untuk melakukan pekerjaan tersebut, dan ceritakan sediki pengalaman (jika ada) yang masih berhubungan dengan deskripsi pekerjaan yang sedang dilamar. Misalnya, jika kamu diwawancara untuk mengisi posisi jurnalis, kamu bisa cerita kalau ‘selama kuliah, saya aktif dalam pers kampus, dan sering ikut dalam proyek dosen sebagai asisten penulis makalah.’

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya