Logo UPN Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Logo UPN UPNVY

BP Energy Outlook: Dimulainya Masa Peralihan Energi

Posted at 28 January 2017 on ARTIKEL by Redaksi

SIARAN PERS

 

BP Energy Outlook: Dimulainya Masa Peralihan Energi

 

  • Permintaan energi global akan meningkat 30% pada tahun 2035, sebagian besar dipengaruhi oleh meningkatnya tingkat kemakmuran di beberapa negara berkembang melalui efisiensi energi
  • Peningkatan teknologi dan perhatian terhadap lingkungan juga menjadi penyebab kerap berubahnya permintaan sumber daya energi, namun minyak dan gas bumi, bersamaan dengan batubara tetap merupakan sumber energi utama hingga tahun 2035 mendatang
  • Gas bumi berkembang lebih cepat dibandingkan minyak atau batubara; pesatnya peningkatan LNG dipengaruhi oleh tren pasar gas bumi terintegrasi, terutama oleh harga gas bumi Amerika Serikat
  • Permintaan akan minyak kian meningkat namun berjalan lambat; pertumbuhan permintaan sampai dengan tahun 2030 disebabkan oleh penggunaan minyak untuk sektor non-pembakaran menggantikan sektor transportasi
  • Pemakaian batubara global mencapai titik tertinggi, sementara sumber daya terbarukan tetap menjadi sumber energi yang tumbuh kian pesat, meningkat empat kali lipat dalam 20 tahun ke depan
  • Sektor tenaga listrik mengisi kurang lebih dua per tiga dalam tren peningkatan energi
  • Emisi karbon bertumbuh sepertiga lebih sedikit dalam 20 tahun terakhir, merefleksikan baik pada sisi efisiensi energi dan perubahan campuran bahan bakar, tetapi di atas kertas tetap diproyeksikan untuk terus meningkat dengan fokus pada kebutuhan akan kebijakan lebih lanjut.

 

“Tataran energi global sedang berubah. Kebutuhan energi beralih dari pusat-pusat energi tradisional ke pasar yang bertumbuh cepat. Bauran energi sedang bergerak, yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan kepedulian lingkungan. Lebih jauh lagi, industri kita perlu beradaptasi untuk menyiasati tren kebutuhan energi yang berubah-ubah,” papar Bob Dudley, group chief executive BP.

 

Menurut BP Energy Outlook yang diterbitkan hari ini, permintaan energi global akan meningkat 30% pada tahun 2015 hingga 2035, dengan peningkatan rata-rata 1,3% per tahun. Namun demikian, peningkatan permintaan energi ini lebih rendah dibandingkan peningkatan 3,4% per tahun yang diharapkan dari acuan GDP dunia, yang disebabkan oleh tingkat perbaikan teknologi dan kepedulian lingkungan.

 

BP Energy Outlook menilik pada tren energi dan peningkatan proyeksi atas pasar energi dunia dalam dua dekade ke depan. Edisi 2017 diluncurkan di London hari ini, oleh Spencer Dale, group chief economist dan Bob Dudley, group chief executive BP.

 

Sumber Utama Energi

 

Selain bahan bakar non-fosil yang akan mengisi separuh peningkatan pasokan energi dalam 20 tahun ke depan, BP Energy Outlook juga memaparkan besarnya prospek minyak dan gas bumi, bersama dengan pasokan batubara, yang dianggap akan menjadi sumber daya yang paling memotori ekonomi dunia, dengan proyeksi pasokan energi sebesar 75% di tahun 2035, dibandingkan dengan 86% pasokan pada 2015.

 

Permintaan bahan bakar Minyak meningkat kurang lebih 0,7% per tahun, walau tren ini diproyeksikan melambat dalam beberapa periode. Sektor transportasi akan terus mengkonsumsi hampir seluruh pasokan minyak dunia sebesar 60% pada tahun 2035. Namun demikian, penggunaan minyak untuk sektor non-pembakaran, terutama bidang petrokemia, akan mengambil alih peningkatan pasokan minyak dunia pada awal 2030an.

 

“Kemungkinan digunakannya pasokan minyak pada tahun 2030an bukan lagi difokuskan untuk menggerakkan mobil, truk atau pesawat terbang, namun dipakai pula sebagai salah satu bahan pembuatan produk seperti plastik dan kain; suatu perbedaan tren yang cukup jauh dari masa lalu,” jelas Spencer Dale.

 

Dalam Outlook ini, tren Gas Bumi bertumbuh lebih cepat dibanding minyak atau batubara, dengan peningkatan permintaan rata-rata sebesar 1,6% per tahun. Gas kini menjadi salah satu bahan energi utama dan mulai melampaui batubara sebagai sumber bahan bakar terbesar kedua pada 2035. Tingkat penjualan Shale gas mengalami pertumbuhan sebesar dua per tiga pasokan gas bumi dunia, disebabkan oleh peningkatan yang terjadi di Amerika Serikat. Peningkatan LNG, yang dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan di Australia dan Amerika Serikat, akan berujung pada pasar gas bumi terintegrasi yang dipengaruhi oleh tren harga gas bumi Amerika Serikat.

 

Pemakaian Batubara diproyeksikan mencapai titik tertingginya pada pertengahan 2020an, sebagian besar dipengaruhi oleh beralihnya Cina pada pemakaian bahan bakar berkarbon rendah dan lebih ramah lingkungan. India merupakan pasar pemakai batubara terbesar dari keseluruhan pemakaian di dunia, meningkat 10% pada 2015 dan 20% pada 2035.

 

Energi terbarukan diproyeksikan menjadi sumber daya yang paling cepat pertumbuhannya, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 7,6% per tahun, meningkat empat kali lipat seiring meningkatnya kompetisi antara bahan bakar solar dan angin. Cina merupakan sumber terbesar peningkatan energi terbarukan dalam 20 tahun ke depan, lebih besar dibandingkan gabungan wilayah Uni Eropa dan Amerika Serikat.

 Topik Yang Mengemuka

 Outlook ini juga menggarisbawahi banyaknya pertanyaan dan ketidakpastian dalam peralihan energi yang tengah berlangsung saat ini.

 Minyak: Perubah Dinamika Permintaan dan Pasokan

 Pertumbuhan akan permintaan minyak sampai dengan tahun 2035 datang dari pasar baru yang bertumbuh cepat, dimana separuhnya berasal dari Cina.

Sektor transportasi menempati dua per tiga permintaan pasokan bahan bakar minyak dunia. Permintaan minyak untuk mobil meningkat 4 juta barel per hari seiring dengan berlipat gandanya jumlah armada kendaraan dunia. Jumlah mobil elektrik diasumsikan meningkat dari 1,2 juta pada 2015 hingga mencapai 100 juta unit pada 2035 (sekitar 5% dari armada mobil di seluruh dunia). BP Energy Outlook menggambarkan dua skenario dampak revolusi mobilitas yang mempengaruhi pasar mobil, termasuk kendaraan oto-kemudi, kendaraan bersama dan ride pooling.

 “Dampak adanya mobil listrik, bersamaan dengan aspek lain dari revolusi mobilitas, seperti kendaraan oto-kemudi, kendaraan bersama dan ride pooling, justru merupakan salah satu kunci ketidakpastian yang menyelimuti gambaran masa depan akan pemakaian bahan bakar minyak,” tambah Spencer Dale.

Melambatnya tingkat permintaan bahan bakar minyak sangat kontras jika dibandingkan dengan meluapnya sumber daya minyak di seluruh dunia. Outlook ini memprediksi besarnya pasokan bahan bakar minyak dapat menyebabkan produsen-produsen berbiaya rendah seperti OPEC, Rusia dan Amerika Serikat menggunakan tren ini sebagai senjata dalam kompetisi untuk meningkatkan pangsa pasar mereka dibandingkan para produsen berbiaya tinggi.

 Gas Bumi: Kemunculan Pasar Global

 

Gas bumi terus bergerak melampaui batubara, didukung oleh kebijakan-kebijakan ekonomi yang mengedepankan perubahan baik dalam industri maupun pengadaan tenaga. Peningkatan signifikan terutama datang dari Cina, Timur Tengah dan Amerika Serikat.

 

Di Cina, pertumbuhan konsumsi gas bumi melampaui produksi domestik, sehingga pada tahun 2035 gas bumi impor mengisi 40% dari total konsumsi, meningkat dari 30% sejak 2015. Di Eropa, hasil dari kegiatan impor meningkat dari 50% pada 2015 menjadi 80% pada 2035.

 

Outlook ini memperkirakan pasokan LNG untuk meningkat secara cepat lebih menjadi separuh dari transaksi gas bumi pada 2035. Pertumbuhan ini disebabkan oleh adanya pasokan dari Amerika Serikat, Australia dan Afrika. Sekitar sepertiga dari pertumbuhan ini akan terjadi dalam empat tahun mendatang dari berbagai proyek yang tengah dalam pengembangan.

 

Emisi Karbon: perlunya kebijakan lebih lanjut

 

Emisi karbon diproyeksikan tumbuh kurang dari sepertiga dari angka dalam 20 tahun terakhir, dengan perbandingan antara peningkatan rata-rata 0,6% per tahun dengan 2,1% per tahun, yang disebabkan oleh peningkatan efisiensi energi dan perubahan bauran bahan bakar.

 

Jika hal ini dapat diwujudkan, maka hal ini akan menjadi tingkat pertumbuhan emisi paling lambat dalam periode 20 tahun terakhir sejak pertama kali dimulai pada tahun 1965. Namun demikian, emisi karbon dari pemakaian energi tetap diproyeksikan untuk tumbuh sekitar 13%. Hal ini jauh melebihi ekspektasi ‘Skenario 450’ oleh IEA yang meramalkan emisi karbon harus turun 30% pada 2035 untuk mencapai tujuan yang ditetapkan di Paris. Outlook ini mengemukakan dua buah alternatif situasi yang akan menggambarkan implikasi-implikasi yang akan terjadi jika peralihan menuju kondisi berkarbon rendah terjadi lebih cepat.

 

“Waktu dan bentuk dari kebijakan pemerintah dalam menyiasati masa peralihan ini sangatlah penting,” ungkap Bob Dudley. “Di BP, kami senantiasa percaya bahwa harga karbon memiliki peranan penting, karena akan memberikan timbal balik bagi semua orang – baik produsen maupun konsumen – dalam memainkan peranan mereka di pasar global.”

 

Catatan Untuk Wartawan:

 

  • “BP Energy Outlook 2035” diluncurkan pada pukul 1430 GMT pada 25 Januari 2017.
  • Kunjungi www.bp.com/energyoutlook untuk mengunduh Outlook ini atau melihat informasi yang berkaitan dengan negara dan wilayah tambahan, serta materi lainnya seperti video atau animasi.
  • Bergabunglah dalam perbincangan online melalui tagar #bpstats.

 

 

Informasi Lebih Lanjut:

 

  • BP press office London – London: +44 (0)20 7496 4076, bppress@bp.com

Sumber : www.bp.com

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya