Logo UPN Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Logo UPN UPNVY

5 Hal Untuk Meringankan Beban Kerja di Startup

Posted at 28 June 2018 on PENGEMBANGAN DIRI by Yudi Kobo

Siapa bilang bekerja di Startup minim beban kerja dan selalu menyenangkan?
Jika ada yang berpendapat demikian, kemungkinan besarnya sih orang tersebut belum pernah bekerja langsung di lingkungan Startup atau perusaha tersebut aktualnya bukan benar – benar startup.

Tidak berbeda dengan perusahaan konvensional atau raksasa di bidang bisnis yang sudah belasan hingga puluhan tahun berkiprah di marketplace, kerja di Startup juga memiliki beban kerja tersendiri yang penuh tantangan. Beban kerja di Startup tergolong unik dan membutuhkan kesiapan serta mental yang stabil agar bisa menghadapinya.

Sebagai pendiri ataupun pekerja di lingkungan Startup, tingkat stres akibat beban kerja yang terus ada jadi isu yang penting untuk ditangani dengan tepat. Kondisi jam kerja yang tidak teratur dan harus siap menerima perinta ataupun berkomunikasi tanpa kenal waktu adalah salah satu faktor yang membuat beban kerja di Startup lebih berat dibandingkan karyawan perusahaan besar ataupun jenis instansi lainnya yang sudah lebih dulu beroperasi dan mempunyai sistem yang rapih.

Kamu perlu mencari cara supaya jangan sampai beban kerja di perusahaan startup mengganggu kesehatan fisik apalagi mental. perusahaan Startup biasanya bekerja lebih keras karena demand yang meningkat dibanding hari biasa.

Jadi berikut tips yang di kutip dari blog Glints untuk meringankan beban kerja kamu yang berkarir di perusahaan Startup.

 

Bekerja keras juga ada batasnya

Sanking semangatnya menyelesaikan beban kerja yang diberikan, kamu bahkan sudah tidak lagi menganggapnya sebagai beban. Pernah ada di situasi yang demikian? Khususnya bagi para pendiri Startup, pasti ada fase di mana segala beban kerja dianggap sebagai bentuk usaha dan wujud nyata dari proses mencapai cita-cita untuk punya bisnis sendiri.

Hal ini tidak salah karena yang namanya pemilik atau pendiri dari sebuah usaha ingin hasil terbaik sehingga beban kerja bukan lagi isu baru dalam kesibukannya sehari-hari. Tapi lain ceritanya bagi para karyawan, beban kerja di Startup yang masih terbatas jumlah tenaga kerja dan fasilitasnya kadang memaksa para karyawan bekerja sampai larut.

Jika kamu sudah terbiasa multitasking dan punya manajemen waktu yang baik, beban kerja ini seharusnya bisa diatur porsinya agar kamu tidak lagi terhimpit deadline dan jadwal teleconference.

Siasat ini bisa membantu mengurangi kerja sampai larut malam di kantor, karena tubuh kamu juga punya keterbatasan dan tidak bisa melulu dipaksa untuk kerja lembur.

Selain bekerja multitasking, manfaatkan juga jam makan siang dengan maksimal sebagai kesempatan mengisi lagi tenaga dan pikiran yang sudah terkuras sejak pagi.

Kedua cara ini cukup optimal dan bisa kamu coba untuk jadi batasan antara tuntutan beban kerja dengan kemampuan tubuh serta mental dalam menjalankan pekerjaan.

Jangan mager

Kebanyakan penghuni perusahaan Startup adalah generasi muda yang masih bergejolak semangatnya dan fisiknya pun tergolong sehat. Akan tetapi, beban kerja yang menumpuk sering membuat anak muda di perusahaan Startup seketika berubah menjadi lesu dan malas bergerak alias mager.

Kalau sudah malas untuk bergerak keluar dari meja kerja yang terjadi selanjutnya adalah akan malas mengisi botol air minum, malas juga untuk membeli makan siang, bahkan tidak jarang jadi menunda buang air kecil. Duh, kalau sudah begini, kamu akan semakin hanyut dalam lautan beban kerja dan tanpa sadar merusak tubuh juga.

Tetap aktif bergerak membantu kamu untuk stay in shape, selain itu pikiran juga bisa sedikit teralihkan dari beban kerja yang tidak ada habisnya. Jika di kantor ada green area, kamu juga bisa menikmati secangkir kopi sambil menyegarkan mata dengan pemandangan tanaman hijau.

Usahakan juga makanan yang kamu konsumsi bergizi seimbang, supaya kegiatan kamu yang kebanyakan duduk di depan laptop tidak semakin diperburuk dengan menu makanan yang minim nutrisi.

Dilemanya adalah bagi kamu yang selalu membawa bekal makan siang atau sudah ikut program katering karena semakin sedikit alasan untuk bergerak dari meja kerja. Sesekali, kamu perlu ikut makan siang di luar dengan teman kantor agar bisa melemaskan tubuh yang sudah duduk tegak sejak pagi.

Refreshing sejenak di sela-sela kesibukan

Otot yang kamu latih saat berolahraga butuh diistirahatkan sejenak sebelum melanjutkan ke aktivitas berikutnya yang biasa disebut sebagai sesi pendinginan. Sama seperti otot, kegiatan kerja juga butuh distop pada momen tertentu untuk memberi ruang rileks pada tubuh dan jiwa.

Jika beban kerja kamu di startup sangat berat, anggap saja kamu sedang latihan angkat beban yang butuh treatment khusus setelah sesi selesai. Untuk melegakan diri dari beban kerja, kamu bisa memilih kegiatan di luar ruangan setelah jam kerja.

Misalnya, memilih olahraga jogging di lapangan dekat kantor atau bersepeda keliling area perumahan di pagi hari sebelum berangkat kerja. Di malam harinya, kamu bisa menenangkan diri dengan tidak lagi melihat email atau chat soal pekerjaan yang membawa kamu kembali ke depan laptop. Cara-cara sederhana ini terlihat mudah tapi faktanya susah dilakukan oleh para karyawan startup apalagi kalau kamu seorang work-a-holic.

Mau dibawa ke mana segala beban kerja ini?

Pentingnya menyelesaikan beban kerja sama dengan pentingnya kesadaran kamu terhadap rencana masa depan. Setelah menyelesaikan satu per satu beban kerja di perusahaan Startup, kemudian kamu akan tiba di situasi yang membingungkan jika hanya bekerja keras tanpa punya tujuan dan arah jenjang karir selanjutnya.

Untuk bisa tahu bahwa segala beban kerja kamu saat ini worth to fight, ada beberapa indikatornya.

"Apa sih yang jadi life goals dan career goals kamu? Beban kerja dan jabatan yang kamu emban saat ini akan membantu mencapai ke tujuan tersebut atau malah lari dari jalur?"

Setelah tahu hal-hal tersebut, kamu bisa mendapat gambaran lebih luas tentang masa depan pekerjaan kamu. Dengan demikian beban kerja yang ada saat ini bisa dijadikan sumber motivasi untuk menatap masa depan karir yang lebih cerah.

Nikmati hidup

Poin terakhir, satu-satunya cara agar kamu tetap waras meskipun beban kerja di perusahaan Startup terus meningkat adalah tidak lupa untuk menikmati hidup. Seberat apapun pekerjaanmu, jangan sampai hidup kamu ikut terbengkalai akibat habisnya waktu untuk mengurus pekerjaan.

Jangan lupa untuk tetap membangun relasi dengan orang-orang terdekat, teman, pasangan, apalagi keluarga yang juga butuh perhatian kamu. Menikmati hidup di luar kantor juga membantu kamu tetap fresh menjalani kesibukan di kantor, meskipun belum sepenuhnya seimbang tapi kamu sudah menuju ke tahap life balance yang seharusnya memang dimiliki setiap pekerja.

Sudah ada 5 tips yang bisa kamu terapkan untuk menghadapi kehidupan di perusahaan Startup yang penuh tantangan dan selalu berpacu dengan waktu. Tapi, jangan berkecil hati atau jadi parno, soalnya bekerja di manapun pasti ada kesusahan dan kesenangannya masing-masing. Semoga kamu bisa menyiasati beban kerja di Startup dengan bijak dan cerdas!


Sumber : Glints.id

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya