Logo UPN Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Logo UPN UPNVY

Jadilah Solusi Bukan Masalah

Posted at 23 June 2018 on PENGEMBANGAN DIRI by Yudi Kobo
Stephen R. Covey

Dengarkan kata-kata orang-orang yang membuka lowongan kerja. “Jangan datang dan minta pekerjaan kepada saya,” ujar mereka. “Beri saya solusi!”

Jadilah solusi bagi atasan kamu, bukan masalah. Terapkan pola pikir solusi. Terutama pada saat sulit, atasan atau calon atasan kamu menghadapi banyak masalah yang harus dia pecahkan dan tantangan yang harus dia hadapi.

Jadi, berhentilah berfikir peluang kamu kurang, Peluang ada dimana-mana. Masalahnya, mentalitas, budaya malas menghambat kamu. Pesan “kami tidak membuka lowongan” yang banyak ditampilkan perusahaan sesungguhnya tidak benar. Mereka membuka lowongan dan mereka akan merekrut kamu merupakan solusi terbaik atas masalah yang harus mereka pecahkan.

Saat ini kamu tidak cukup menyalin dan menempel alamat perusahaan di kop surat. Ketika kamu menyerahkan CV atau surat lamaran, kemungkinan dokumen kamu diterima bersama ratusan CV dan surat lamaran lain. Malah, banyak pemberi kerja mengurangi pemasangan iklan lowongan kerja secara online, bukan karena tidak membuka lowongan, tapi karena mereka kewalahan menerima lamaran kerja.

Kebanyakan orang mencari pekerjaan tidak tahu apa yang sebenarnya mereka inginkan, jadi mereka mengirim CV yang hambar dan pasif serta tampil pasif saat diwawancarai. Mereka tidak memiliki tujuan yang jelas selain keinginan untuk mendapatkan pekerjaan.

Bila kamu pelamar kerja seperti itu, kamu hanya menjadi masalah lain bagi pemberi kerja. kamu menjadi satu lagi orang yang harus mereka hadapi.

Sebagaimana diungkapkan oleh David Meerman Scott, ahli strategi pemasaran, “pada dasarnya, aturan lama tentang pencari kerja mengharuskan kamu mengintrupsi orang dan mengatakan kepada mereka bahwa kamu siap bekerja serta memaksa mereka membantu kamu”. Scott mengumpamakan CV tradisional sebagai brosur produk, dengan kamu sebagai produknya. Selama sang calon pemberi kerja tidak secara aktif mencari produk itu, brosur tersebut akan dibuang ke tempat sampah.

Jadi, bagaimana kamu menjadi solusi dan bukannya masalah dan parasit numpang hidup?

Hal terpenting yang bisa kamu lakukan adalah dengan benar-benar menjadi pekerja yang memiliki pengetahuan sejati. Itu berarti kamu harus memiliki pengetahuan mendalam tentang kebutuhan yang kamu rasa diperlukan untuk pekerjaan tersebut. Tentunya, untuk mendapatkan  pengetahuan itu, kamu harus benar-benar meneliti perusahaan tempat kamu ingin bekerja atau bila kamu ingin mempertahankan pekerjaan perusahaan tempat kamu sudah bekerja.

Pupuk rasa ingin tahu, sebagaimana dikemukakan oleh ahli blogger dan konsultan humas Steve Rubel, “alat paling penting yang harus kamu miliki dalam bisnis masa kini adalah rasa ingin tahu yang tak terpuaskan. Begitu kamu kehilangan rasa ingin tahu, habislah kamu.” dan ingat ada pepatah mengatakan "banyak tahu, namun tidak tahu banyak"

Jadi, pupuklah rasa ingin tahu tentang calon atasan kamu. Berfokuslah pada satu organisasi. Apa yang terjadi disana? Apa yang bisa kamu simpulkan tentang mereka setelah membaca laporan tahunan mereka atau laporan keuangan mereka seperti laporan penghasilan?
Seperti apa pasar mereka?
Siapa pesaing mereka?
Pendalaman produk atau jasa yang mereka tawarkan?
Berada pada tahap apa perusahaan?
Ancaman apa yang mereka hadapi?
Masalah kronis apa yang harusnya mereka atasi?
Tantangan atau peluang baru apa yang mereka hadapi?
Inovasi besar apa yang mereka luncurkan?
Menurut kamu, apa yang membuat sang CEO terjaga pada malam hari?

Maka prinsipnya adalah segera mulai mencari cara mengambil bagian, melibatkan diri, mencari solusi, bertindak, dan memberikan kontribusi.

Editor : Yudi Kobo

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya