Logo UPN Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Logo UPN UPNVY

EOSC Gelar Panel Discussion Bahas Tumpahan Minyak Balikpapan

Posted at 15 May 2018 on SEPUTAR KAMPUS by Lucia Yuriko

Indonesia baru saja mengalami tragedi lingkungan terbesar selama 10 tahun terakhir, yaitu tumpahan minyak hingga memakan korban jiwa. Kejadian tumpahan minyak (Oil Spill) sebesar 40.000 barrel di perairan Teluk Balikpapan akhir Maret lalu dibahas dalam Panel Discussion oleh Environmental Oil and Gas Study Club (EOSC) UPNVY. Acara ini diisi oleh 3 ahli perminyakan di Ruang Seminar FTM, Jumat (27/04/2018).

Ketiga pembicara yaitu Kristianti Eko Andreastuti (Distribution Pipeline Operation), Johan Danu Prasetyo (Marine and Coastal Ecosystem), dan Ekha Yogafanny (Oil Spill Management and Treatment) mengajak para peserta untuk membahas lebih lanjut mengenai dampak dan penanganan kasus tersebut.

Tahap pertama yang dilakukan adalah pembentukan tim yang bertugas melakukan pemeriksaan lapangan (ground check) di lokasi pesisir dan sepanjang garis pantai Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Pasir utara. Hasil pemeriksaan lapangan dan analisis citra satelit oleh LAPAN kemudian disampaikan ke publik.

Kejadian ini selain berdampak pada kematian 5 orang nelayan, ternyata juga berdampak besar bagi ekosistem. Pengambilan sampel telah dilakukan terhadap air laut, biota air berupa ikan, limbah minyak, sedimen, dan permukaan air laut. Biota di sekitar tumpahan minyak yang jelas terdampak adalah tanam mangrove. Akibat pencemaran minyak, pori-pori mangrove yang berfungsi mendapatkan oksigen menjadi tidak maksimal. “Ini tidak akan berdampak langsung tapi tergantung kondisi lingkungan dan penanganannya nanti,” ujar Ekha.

Pertanyaan datang dari Rizki Muhammad dari jurusan Geologi, mengenai apakah masih ada nilai ekonomi terhadap minyak tersebut. Dituturkan Kristianti, tumpahan minyak tetap memiliki nilai ekonomi jika menjalani proses tertentu. “Dibutuhkan operator untuk memisahkan dan air diuapkan di suhu 100 derajat. Setelah itu minyak akan tertinggal dan dibersihkan lalu di bio remediasi,” ujarnya. (Lucia Yuriko)

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya