Logo UPN Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Logo UPN UPNVY

Komunikasi UPNVY Gelar Kuliah Umum Hoaks dan Politik

Posted at 19 April 2018 on SEPUTAR KAMPUS by Lucia Yuriko

Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Yogyakarta menggelar kuliah umum “Hoaks dan Politik Komunikasi di Era Milenial” untuk menanggapi maraknya kemunculan hoaks di media sosial. Dr. Munawar Ahmad, M.Si, (Dosen UIN & doktoral UGM), hadir sebagai pemateri di Laboratorium Public Relations Kampus 2 UPNVY, Kamis (12/04/2018).

Era milenial menyebabkan kemunculan banyaknya media sosial dan informasi yang bertebaran di masyarakat. Berbagai informasi tersebut kerap dipertanyakan kebenarannya lantaran marak isu hoaks atau berita palsu. Menyusul masa demokrasi di tahun 2019, media sosial kerap dipenuhi dengan informasi politik yang belum jelas asal-usulnya. “Era milenial menyebabkan setiap orang bisa memproduksi informasi. Apalagi kalau dikelola untuk memperjuangkan alat politik atau mencapai kekuatan,” ujar Munawar sebagai pembuka.

Mahasiswa dituntut untuk lebih selektif dalam mengonsumsi berita, terutama sebagai mahasiswa komunikasi yang erat dengan media. “Bisa saja yang membuat hoaks anda sendiri besok, karena bekerja di media sehingga ada yang mengendalikan. Sangat memungkinkan ada hoaks, teknologi makin maju,” ucap Munawar yang juga berprofesi sebagai penulis.

Hoaks kerap digunakan untuk tujuan humor, melecehkan, atau teknologi manipulasi. Hoaks juga merupakan bagian dari taktik propaganda yang dapat menyangkut pemerintahan. Dikatakan Munawar, tak dapat dipungkiri bahwa pemerintah bisa menjadi bagian dari penyebar hoaks, atau yang kerap disebut propaganda hitam. Hal ini dilakukan dengan pola campuran antara hoaks, supresi, dan agenda setting dengan tujuan memberi kesan yang dikehendaki.

Daya magic hoaks antara lain menciptakan uang, merangsang mobilitas massa, hingga menyembunyikan agenda dan interest. Untuk itu insan komunikasi dituntut agar lebih waspada terhadap isu hoaks dan menggunakan bahasa yang baik, karena bahasa atau tulisan dapat membuat keadaan lebih baik atau buruk.

Secara terpisah, Dr. Subhan Afifi, ketua jurusan ilmu Komunikasi dalam pembukaannya mengatakan bahwa kemunculan berita palsu yang makin marak dapat membuat kesulitan tersendiri. Untuk itu mahasiswa harus dibekali ilmu yang cukup agar dapat menyikapi dengan bijak. 

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya