Logo UPN Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Logo UPN UPNVY

Era Disrupsi, Tantangan Generasi Z

Posted at 10 April 2018 on SEPUTAR KAMPUS by Lucia Yuriko

Disruption era atau era disrupsi dan generasi Z, ibarat mata rantai yang tak terpisahkan. Kemunculan era disrupsi didukung oleh mayoritas generasi Z di dalamnya. Pun begitu, nyaris tidak ada generasi Z yang terlepas dari era disrupsi. Lupakan berdiri di pinggir jalan untuk menyetop bus, berdesak-desakan di pasar, berburu diskon di mall, atau antri di rumah makan. Kini semua hanya sejauh sapuan jari di layar gadget.

Lalu apa yang dimaksud era disrupsi? Ini adalah era di mana banyak hal terganggu lantaran munculnya perubahan. Hal yang terganggu tersebut tidak lantas musnah atau mengalami penurunan, tapi justru terbantu dengan adanya perubahan atau inovasi. Generasi Z yang lahir antara rentang tahun 1995-2014 memandang disrupsi sebagai era baru di mana semua berlomba menciptakan inovasi. Siapa yang tak berani berinovasi dan mengikuti zaman, kelak akan tertinggal. Lihat saja pendiri start up ternama seperti Gojek, Kaskus, tiket.com , Hijup, Ruang Guru, semua diinisiasi anak muda dengan usia tak lebih dari 30 tahun.

Dituturkan Abdul Wahid Maktub, Staff Khusus Kemenristekdikti, salah satu cara menghadapi derasnya era disrupsi adalah dengan mencintai ilmu pengetahuan. Tidak ada pembaharuan jika tanpa dasar ilmu yang kuat. Selain ilmu, perlu juga adanya kolaborasi dan iman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ketiga hal ini harus dilakukan dengan proporsi seimbang layaknya segitiga sama sisi. “Dengan ilmu semua menjadi mudah, tapi dengan agama menjadi terarah. Orang pintar tanpa Tuhan itu berbahaya. Sekarang juga tidak bisa lagi single fighter, perlu kolaborasi. Nantinya hubungan itu ada konflik, konsensus, dan sinergi. Tergantung bagaimana kita memanfaatkan,” ujarnya saat mengisi seminar dari Laboratorium Diplomasi HI UPN, Selasa (03/04/2018).

Disrupsi tidak hanya terjadi di dunia digital. Era ini mengenai banyak pihak mulai dari anak-anak, mahasiswa, buruh, pemerintah, dan jajaran kelas atas. Dunia bisnis hingga hukum juga harus beradaptasi agar tidak ditinggal penggunanya. Sebagai generasi muda, sangat dianjurkan untuk semakin memperluas pengetahuan di berbagai bidang. Sebab kelak pekerjaan fisik akan mulai digantikan dengan mesin atau robot. Manusia hanya akan berperan dalam mengolah kreativitas dan pekerjaan yang menyangkut afeksi serta emosi. Generasi Z, ayo mulai berinovasi dan ciptakan perubahan! (Lucia Yuriko)

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya