Logo UPN Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Logo UPN UPNVY

Pusat Kajian Geoteknologi Mineral UPNVY Gelar Diklat K3

Posted at 23 March 2018 on ARTIKEL by Redaksi
Humas

SLEMAN – Pusat Kajian Geoteknologi Mineral UPN “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) peningkatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Migas untuk level operator dan pengawas di bidang pertambangan dan perminyakan, Kamis (22/03/2018) di Museum Geoteknologi Mineral, Kampus UPN Babarsari.

Diklat ini akan dilaksanakan selama empat hari yaitu tanggal 22 - 25 Maret 2018.

Kepala Pusat Kajian Geoteknologi Mineral UPNVY selaku penanggungjawab program, Dr. Nur Suhascaryo mengatakan penyelenggaraan diklat tersebut untuk mempersiapkan para lulusan UPNVY dan professional di dunia pertambangan maupun industri migas yang berkompeten menghadapi persaingan.

“Tahun ini merupakan kali kedua diklat diselenggarakan, sebelumnya pada bulan lalu. Sekarang berarti sudah terselenggara ke enam kalinya,” ujarnya memberikan sambutan.

Nur mengatakan kompetensi K3 sangat penting bagi para fresh graduate maupun para professional. Selanjutnya dia berharap akan dilaksanakan diklat khusus professional di bidang minyak dan gas seperti welth control, pengelolaan sumur minyak, dll.

Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UPNVY, Dr. Hendro Widjanako yang hadir memberikan sambutan mengatakan pentingnya kompetensi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Migas di dunia kerja.

“Sertifikasi ini sangat penting di era AFTA, bahkan kami selaku dosen juga harus memilki sertifikasi. Sertifikasi ini untuk menunjang pekerjaan.” katanya.

Menurutnya keterbatasan kompetensi SDM Ahli K3 saat ini masih terbatas dan akan menjadi penghalang dalam kinarja suatu perusahaan. Padahal Kompetensi SDM K3 memegang peranan penting dalam Keberhasilan Program K3 di Perusahaan.

Diklat K3 untuk level operator dan pengawas di bidang pertambangan dan perminyakan yang diikuti sekitar 25 peserta dari seluruh Indonesia ini dibuka oleh Rektor UPNVY, Prof Sari Bahagiari K.

 

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya