Logo UPN Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Logo UPN UPNVY

Mulut Tak Bisa Berkata hanya bisa Berurai Air Mata

Posted at 05 March 2018 on SEPUTAR KAMPUS by Kontributor
images source : @pratiwi_ta05

Diambil dari posting facebook : Tedy Agung Cahyadi


Cuaca hari ini begitu terik dan menyengat. Siang ini, di Ruang Rapat Jurusan Teknik Pertambangan berkumpul Bapak Ibu dosen serta Anak Didik yang saat ini telah menjadi Anak Dewasa. Anak Dewasa tersebut tidak lain adalah Alumni Angkatan 2005.

Beberapa dari mereka jauh - jauh datang untuk bisa ke ruangan ini. Bagi Orang Tua (Bapak Ibu Guru), setiap angkatan pasti memiliki ciri khas yang unik dan pasti akan sulit dilupakan oleh Bapak Ibu Guru atau bagi Mantan Muridnya.

Bagaimana tidak?

Angkatan 2005 saat itu memiliki riwayat yang bisa dikatakan Unik. Mungkin bagi sebagian Bapak Ibu Guru bahkan sampai tingkat Dekanpun merasa kerepotan. Dalam sambutannya Bu Rektor (saat itu Dekan), anak anak Tambang 2005 itu bandel - bandel, namun solidaritas dan militannya tidak ada yang mengalahkan. Saat itu beberapa Anak Angkatan 2005 memperoleh pemotongan SKS.

Gebrakan yang dilakukannya pun tidak kalah seru, mereka akhirnya melakukan demo untuk memperjuangkan nasib. Berbagai upaya telah ditempuh, namun hukuman tetap jalan. Saat itu pasti semua yang terlibat menangis, bingung, takut, sedih.

Bagaimana akan nasib mereka? Apakah lulus tepat waktu? Atau... Bla Bla Bla Campur aduk dan lain lain. Apakah mereka dendam? Benci? Atau...

Itulah pola dan tingkah anak jaman Old. Ada yang nurut, bandel, dan lainnya. Siang ini, anak anak yang dahulu sering membuat ulah dan demo membuat kejutan yang luar biasa. Solidaritasnya yang dibangun pasca Reuni yang dilakukan tahun kemaren akhirnya bisa mengumpulkan pundi pundi rupiah sebesar 30jt an. Uang tersebut diwujudkan dalam bentuk sumbangan alat "Bottle Roller & pH meter".

Seorang Koordinator Prodipun sampai berurai air mata. Beliaupun sampai tidak sanggup mengucapkan sepatah dua patah kata. Beliau meneteskan air mata, di usia dini ini akhirnya Prodi Metalurgi yang merupakan bagian dari Jurusan Teknik Pertambangan bisa berjalan walaupun terseok seok. Beliau tidak sanggup mengutarakan kata kata akibat ulah dari mantan anak didiknya.

source image : @galihajie

Angkatan 2005 telah menunjukkan eksistensinya, walaupun memiliki cap sebagai anak yang susah diatur, namun mampu membuat orang tuanya menangis. Semoga sumbangan alat ini bisa menjadi amalan yang terus menerus mengalir. Senyum manis, haru dan keakraban menjadi nyata saat serah terima dilakukan.

Puluhan pandangan mata tertuju pada Prof. Sari selaku Rektor, Dr. Edy Nursanto selaku Kajur Teknik Pertambangan, Ir. Anton Sudiyanto, MT selaku Koordinator Prodi Metalurgi dan Hidayatulloh Sidiq ST, MT selaku Perwakilan 2005 saat penandatangan serah terima peralatan tersebut.

Salam hangat untuk komting 2005 yang hitam manis Mas Baharudin Abiad (DINO)

Hatur Nuhun IKATA 2005.
VIVA TAMBANG

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya