Logo UPN Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Logo UPN UPNVY

Bagaimana Menghindari Stres di Perguruan Tinggi? Berikut 7 Tips Manajemen Stres untuk Mahasiswa!

Posted at 13 December 2017 on PENGEMBANGAN DIRI by Redaksi
Foto : Shutterstock

Tugas menumpuk, belum lagi belajar untuk ujian yang sebentar lagi tiba. Kamu punya lima makalah ujian untuk dipelajari, dua tugas yang sudah ditunggu dosen, satu materi presentasi yang harus disiapkan (belum lagi harus presentasi di depan seluruh kelas), dan ada 17 hal penting lainnya yang perlu kamu lakukan. Tolong!

Kalau kamu mulai merasa stres, cemas dan kewalahan, jangan khawatir karena kamu tidak sendiri.

Banyak mahasiswa rentan terhadap stres di perguruan tinggi karena sangat berbeda dengan sekolah menengah atas, namun percayalah ketika saya mengatakan bahwa hidup kamu nggak lantas berakhir hanya karena kamu dapat nilai C untuk mata kuliah Kimia.

Cara untuk membebaskan diri dari stres dan menikmati kehidupan kampus dengan lebih bahagia adalah dengan mengetahui bagaimana menangani stres dan menyalurkannya dengan cara yang benar, sehingga kamu bisa terus berfungsi tanpa tenggelam dalam depresi.

Berikut adalah tujuh tip manajemen stres untuk mengatasi stres sebagai mahasiswa.

1. Prioritaskan kesehatan fisik

Kebanyakan orang tidak menyadari hal ini, namun kesehatan fisik seseorang dapat sangat mempengaruhi kesehatan mental mereka.

Kurang tidur, pola makan yang tidak sehat dan kurang olahraga dapat mempengaruhi mood dan melejitkan tingkat stres. Dengan demikian, penting bagi kamu untuk:

Cukup tidur: Selalu usahakan untuk mendapatkan minimal 6 jam tidur. Studi telah menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan gejala depresi.

Makan makanan yang tepat: Jaga diet sehat dan sehat dengan makan makanan seimbang. Hindari minuman berenergi yang bisa menyebabkan sugar crash—atau glucose crash; penurunan glukosa setelah mengkonsumsi sejumlah besar karbohidrat, juga dikenal sebagai hipoglikemia reaktif, yang menyebabkan jantung berdebar, sakit kepala dan gemetaran. Kamu juga perlu lebih banyak makan lauk pauk, seperti daging, ikan, telur, ayam, dan sayuran, dan mengurangi porsi nasi atau mie.

Biasakan olahraga walau sedikit: Berlari, jalan cepat, main futsal, berenang atau ikuti kelas yoga. Aktivitas fisik membantu melepaskan endorfin, yang bertindak sebagai obat penghilang rasa sakit alami.

2) Berhenti dan tarik napas dalam-dalam

Terkadang, ketika keadaan menjadi terlalu berlebihan dan kamu mulai ngerasa ‘nyesek’ dan ‘kelebihan beban,’ ada baiknya kamu harus berhenti sejenak dan menarik napas dalam-dalam, minimal lima kali. Pernapasan secara mendalam mengirim pesan ke otak untuk tenang dan rileks, membantu kamu mengelola tingkat stres.

Kamu juga bisa mencoba meditasi. Studi menunjukkan bahwa setelah delapan minggu bermeditasi, amigdala, yang merupakan bagian otak yang bertanggung jawab atas kecemasan, ketakutan dan stres, ukurannya bisa menyusut, sehingga mengurangi tingkat stres!

Bonus tips: Ada aplikasi meditasi yang populer untuk pemula, Headspace, yang mengadopsi pendekatan meditasi yang sangat praktis dan non-religius. Mereka memiliki program creative writing, 'Take Ten' gratis, yang terdiri dari 10 pelajaran meditasi terpandu 10 menit untuk membantu kamu memulai kebiasaan bermeditasi!

3) Jangan mencoba dan menaklukkan segalanya dalam satu hari

Walaupun ingin, kamu bukan dan nggak bisa jadi Superman.

Banyak mahasiswa meremehkan jumlah waktu yang harus dialokasikan untuk menyelesaikan tugas, atau menyelesaikan belajar bab belajar, berpikir bahwa semuanya dapat dilakukan hanya dalam satu kali duduk. Begitu mereka menyadari bahwa ini lebih dari yang bisa mereka tangani, mereka mulai panik dan stres!

Ini disebut 'kekeliruan perencanaan' dan tidak terjadi pada mahasiswa saja, tapi juga perusahaan besar!

Jangan menjadi salah satu dari mereka. Sebagai gantinya, bagi-bagilah semuanya menjadi beberapa bagian, rencanakan apa yang dapat kamu capai secara realistis dan jadwalkan to do list kamu sesuai dengan itu. Kemungkinannya adalah, kamu akan menyadari bahwa kamu telah mengalokasikan terlalu sedikit pekerjaan di awal, dan nantinya akan bisa menambahkan lebih banyak pekerjaan lagi.

Begitu kamu menuliskan semuanya dalam rencana terperinci, kamu akan merasa jauh lebih baik dan dapat mulai melakukan tindakan terhadap beberapa tugas, bukannya malah panik dan stres!

4) Luangkan waktu untuk bersyukur

Pada saat stres dan kegelisahan meroket, penting untuk mengambil langkah mundur dan menghitung kelimpahan dan berkah apa saja yang sudah kamu dapatkan.

Sebenarnya, telah terbukti secara ilmiah bahwa menunjukkan rasa syukur dapat memperbaiki kesehatan psikologis dengan mengurangi berbagai emosi beracun, seperti frustrasi, dendam dan rasa iri. Hal ini juga dapat membantu meningkatkan harga diri dan meningkatkan kekuatan mental.

Jadi, mengapa tidak menyimpan jurnal syukur dengan menuliskan tiga hal yang kamu syukuri setiap hari? Jika seorang teman membantu kamu menyelesaikan pekerjaan, misalnya, atau jika kamu berhasil pulang tepat sebelum hujan turun, tulislah!

Memperhatikan hal baru yang patut disyukuri setiap hari akan membantu kamu mendapatkan emosi yang lebih positif sekaligus mengurangi stres!

5) Perhatikan apa yang tubuhmu katakan

Tubuhmu sangat pandai memberi petunjuk dan isyarat untuk mengetahui jika apa yang salah dengan kamu.

Merasa jengkel dan cemas sepanjang waktu? Kamu mungkin minum terlalu banyak kafein. Cobalah beralih ke pilihan yang lebih sehat agar kamu tetap terjaga, seperti teh hijau atau segelas air es.

Merasa lelah dan tidak bisa fokus belajar? Kamu mungkin tidak cukup tidur. Pastikan kamu beristirahat dengan baik, dan cobalah beristirahat sejenak di antara waktu belajar alih-alih terus begadang. Terkadang, satu jam waktu belajar yang intens dan terfokus bisa jauh lebih efektif daripada empat jam upaya yang tidak produktif.

Jangan mengabaikan apa yang tubuh kamu katakan, karena dengan mendengarkan tubuhmu, kamu bisa membuat keputusan yang tepat.

6) Makan makanan tertentu

Ya, Kamu bisa makan untuk menurunkan stres! Makanan dan minuman tertentu telah terbukti secara ilmiah bisa menenangkan pikiran dan meredakan stres.

Cobalah menyesap secangkir teh hijau panas yang menenangkan, yang berisi L-Theanine yang membantu meringankan kemarahan dan stres. Atau bagaimana dengan sepotong cokelat hitam (dark chocolate dengan kandungan cokelat di atas 70%), yang bisa membantu mengatur kadar hormon stres kamu dan menstabilkan metabolisme? Kamu juga bisa mencoba mengunyah beberapa permen karet, yang juga bisa membantu mengurangi kecemasan!

Meskipun makan bisa menjadi cara yang efektif untuk mengatasi stres, cobalah untuk tidak meraup sekantong keripik kentang atau permen, karena kamu pasti akan menyesali dampaknya nanti!

7) Luangkan waktu bersama orang yang kamu cintai

Jangan mengunci diri dan mengisolasi diri dari dunia. Itu bisa memperburuk keadaan.

Sebagai gantinya, habiskan waktu bersama keluarga dan teman untuk membantu meringankan stres dan beban, meski kamu tidak merasa ingin bertemu orang lain saat sedang galau. Pergi makan siang bersama mereka, atau rencanakan liburan akhir pekan. Ini memberi kamu sesuatu untuk diharapkan dan membuat pikiran kamu bebas dari stres selama beberapa saat.

Sangat penting untuk memiliki lingkaran keluarga dan teman yang kuat, terutama di saat krisis emosional. Keluarga selalu ada untuk mendukung tak peduli apapun yang terjadi, dan teman pasti bisa memberi kamu perspektif baru tentang berbagai hal dan membantu melihat sisi terang dan bahkan lucu dari kejadian-kejadian yang menyebalkan.

Yang terpenting, hindari teman-teman atau orang yang membuat kamu merasa tidak enak atau menjadi penyebab stres. Hidup terlalu singkat untuk membuang-buang waktu dengan orang-orang beracun!

Bagaimana cara kalian mengatasi stres di perguruan tinggi? Apakah kalian punya cara tersendiri? Yuk ceritakan di sini!


Sumber : ESPN FC

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya