Logo UPN Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Logo UPN UPNVY

Yuk Banyak Baca di Perpustakaan Nasional!

Posted at 08 November 2017 on ARTIKEL by Chohen

Coffee shop biasanya jadi pilihan para anak muda untuk menjadi tempat membaca buku atau bekerja. Menurut penelitian yang dilakukan Harvard, sayup-sayup suara kafe ternyata memang sudah terbukti secara sains bisa meningkatkan daya fokus dan kreativitasmu dalam bekerja. Masalahnya, memangnya bisa ke kafe setiap hari?

Ambience kafe yang menenangkan memang enak banget jadi tempat kerja.

Mahalnya harga kopi yang fancy itu rasanya bisa bikin sesak nafas kalau ke kafe tiap hari. Untuk menyiasatinya, beberapa orang menyewakan tempat khusus untuk bekerja. Tempat ini yang populer disebut sebagai co-working space. Kamu bisa bayar sekitar 50-75 ribu untuk seharian. Tapi tetep bayar juga, ya? Apa iya nggak ada tempat yang gratis aja tapi nyaman?

Co-working space bisa jadi pilihan kalau kamu perlu tempat kerja sendiri.

 

Jawabannya, ada! Namanya perpustakaan. Kebetulan, pemerintah sekarang sedang gemar-gemarnya membangun infrastruktur. Perpustakaan Nasional yang tadinya ada di Salemba sekarang sudah pindah ke Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Tidak main-main, gedung 27 lantai Perpustakaan Nasional berdiri menjulang dan sukses menjadikan gedung ini perpustakaan tertinggi di dunia.

Tim COZER menyempatkan diri untuk datang ke Perpustakaan Nasional untuk meliput. Hasilnya? Duh, kita betah banget. Sayangnya, kita hanya sempat meliput beberapa lantai saja.

Disapa oleh rak buku yang menjulang sampai lantai 4.

Pemandangan pertama adalah rak buku berisi literatur sejarah yang menjulang sampai ke lantai 4 gedung. Buku-buku ini kondisinya sudah sangat tua, jadi hati-hati memegangnya, ya.

Sebelum menjelajahi perpustakaan baru ini, kita dipersilakan untuk ke lantai 2, yaitu pusat informasi. Kamu bisa mendaftar jadi anggota di lantai ini dan caranya mudah dan cepat. Begini prosesnya:

Pelayanan cepat dan ramah

  1. Isi data diri secara digital di komputer yang sudah disediakan. Jangan khawatir, komputernya ada banyak, jadi tidak perlu mengantri panjang.
  2. Setelah mengisi data diri, mesin akan mengeluarkan nomor antrian untuk melakukan wawancara, foto dan pengambilan kartu.
  3. Tunggu dipanggil oleh petugas. Ada 4 petugas yang berjaga, dan kerja mereka cepat, kok.
  4. Setelah dipanggil, kamu akan diwawancara sedikit dan dimintai kartu identitas seperti KTP atau kartu pelajar, difoto dan duduk manis menunggu kartu selesai dicetak.
  5. Kartu selesai dicetak, kamu resmi jadi anggota!

Pendaftaran ditutup jam 3 sore dari hari Senin-Jumat. Jangan terlambat atau kamu tidak akan dilayani. Dengan kartu anggota ini, kita juga bisa akses e-resources Perpusnas dan nantinya kita juga bisa meminjam buku. Sayangnya, karena masih baru, perpindahan buku masih belum selesai untuk mengisi semua rak di gedung ini. Hal ini otomatis membuat peminjaman buku masih belum bisa dilakukan.

Setelah mendaftar, tim COZER mulai menjelajahi lantai-lantainya:

27 lantai termasuk basement

 

Lantai 7: Ruang Baca Anak, Lansia & Disabilitas

Ruang Baca Anak

Keluarga baru yang punya anak kecil wajib datang ke lantai 7 untuk mengajarkan serunya baca buku. Ruangan warna-warni ini dirancang khusus supaya anak-anak bisa bermain dan membaca buku bersama dengan leluasa. Karpet yang empuk juga menjaga agar anak-anak tidak terluka kalau jatuh. Di ruangan ini, ada pintu yang langsung menuju ke pekarangan luar jika ada anak yang ingin menghirup udara segar.

Di lantai yang sama, berseberangan dengan ruang baca anak, adalah ruang buku dengan huruf braille untuk teman-teman difabel.

 

Lantai 19: Ruang Multimedia

Jika kamu ada keperluan menggunakan komputer, kamu cukup ke lantai 19. Ada ratusan komputer siap pakai untuk keperluan belajar dan bekerja kamu.

 

Lantai 21-22: Lantai Monograf Terbuka

Belajar & bekerja di lantai 21-22

 

Ini lantai paling ramai. Lantai 21-22 adalah lantai monograf terbuka. Di sini, kamu bebas membaca berbagai buku, bekerja/belajar di meja-meja yang disediakan dan menikmati koneksi cepat Wi-Fi Perpusnas. Perlu tempat untuk belajar kelompok? Jangan sedih, ada banyak ruangan kedap suara berkapasitas 6 orang yang sudah dilengkapi dengan fasilitas audiovisual.

 

 

Lantai 23

Lantai 23

Bagi kamu yang gemar literatur dari mancanegara, lantai ini ibarat surga. Khusus di lantai ini, semua koleksi buku berasal dari berbagai macam negara dan berbagai bahasa.

 

Lantai 24: Pusat Kebudayaan & Executive Lounge

perpus8

Koleksi kain nusantara

 perpus89JPG

Pemandangan balkon dari luar Executive Lounge

 

24 adalah lantai tertinggi berisi pusat kebudayaan dan Executive Lounge. Kamu mungkin mau segera kesini mumpung masih sepi. Kalau kamu beruntung, kamu bisa melihat pemandangan paling priceless dari balkon Executive Lounge: Monumen Nasional dari ketinggian lantai 24!

perpus9

Hello, Monas!

 

Petualangan COZER harus berhenti di lantai 24, pasalnya Perpustakaan harus ditutup pukul 5 sore. Nggak cukup sehari membahas Perpustakaan Nasional ini. Pokoknya, kamu yang tinggal di kawasan Jakarta bisa banget mengunjungi Perpustakaan Nasional ini untuk jadi alternatif tempat belajar dan bekerja. Semoga tempatnya yang nyaman juga bisa membangkitkan hasrat kamu untuk rajin membaca :)

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya